Pages

Luas Arktik Menyusut

Diposting oleh tegar Saputra on Rabu, 29 Agustus 2012

Moskow (ANTARA/RIA Novosti-OANA) - Luas es di Arktik telah menyusut jadi 4,21 juta kilometer persegi sehingga tercatat sebagai yang terkecil sejak pengamatan satelit dimulai pada 1979, kata Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) dalam laporannya.

Catatan luas es terkecil di wilayah tersebut adalah 4,25 juta kilometer
persegi pada 24 September 2007, katanya.

Luas es yang mengapung di laut akan terus berkurang hingga pertengahan September 2012.

Deputi Kepala Institut Penelitian Arktik dan Antartika di St. Petersburg, Alexander Danilov, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa penyusutan tersebut terjadi akibat dari suhu yang menghangat secara tidak normal pada 2011.

"Suhu waktu itu memang tercatat menghangat," kata Danilov mengutip laporan pada Maret dari Organisasi Meteorologi Dunia.

"Itulah mengapa pembentukan es tidak intensif. Tidak banyak, tapi memang ada dan sebagai hasilnya rata-rata ketebalan es hanya berkisar 10-15 centimeter," jelas dia.

Sementara itu Pusat Data Es dan Salju Nasional Amerika Serikat (NSIDC) melaporkan bahwa jumlah luas es di kawasan Arktik tercatat lebih sedikit dari 2007.

Namun dia menyatakan luas yang ada pada saat ini masih lebih lebar ketimbang catatan es terkecil sepanjang masa -- 4,17 juta kilometer -- yang terjadi pada 16 September 2007.

NSIDC juga mencatat bahwa lonjakan penyusutan es dalam beberapa hari pada awal Agustus 2012 hampir mendekati 200 ribu kilometer persegi per hari dari sebelumnya sekitar 100 ribu kilometer persegi per harinya pada beberapa bulan terakhir yang bersamaan dengan badai besar di Laut Arktik.

"Hal itu bisa disebabkan karena perpecahan es secara mekanik dan meningkatnya pelelehan es oleh angin dan gelombang sewaktu badai terjadi. Namun, mungkin hal itu hanya kebetulan, mengingat konsentrasi es yang sedikit di kawasan secara cepat meleleh," kata NSIDC.

Danilov setuju bahwa pergerakan sirkulasi di atmosfer yang cepat menjadi faktor yang menyebabkan penyusutan luas es.

"Keadaan atmosfer menghangat dan badai yang terjadi di Arktik lebih sering," jelas dia.

Menurut Danilov, sirkulasi yang cepat di Arktik --telah terjadi sejak lama-- menyebabkan pergerakan es dari Samudera Arktik menuju Samudera Atlantik menjadi lebih cepat ketimbang biasanya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar